Indonesia Pimpin Inisiatif Big Data Global

Di tengah meruaknya kasus Covid-19, ekonomi digital tak luput jadi sasaran empuk pandemi ini. Peningkatan kesenjangan ekonomi tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di tengah masyarakat dunia. Menghadapi hal tersebut, Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS) berkolaborasi dengan Digital Divide Institute lewat penyelenggaraan serangkain webinar dengan mengundang tokoh-tokoh nasional dan international dalam tujuan membangun inovasi-inovasi alternatif bagi Indonesia dalam menghadapi masalah kesenjangan ekonomi saat ini, yang harapannya juga dapat diterapkan secara global.

Agenda bertajuk “Big Data untuk Kesetaraan Digital” ini merupakan kerja sama lanjutan antara WANTIKNAS dan Digital Divide Institute dalam kerangka kerja Meaningful Broadband. Harapannya, lewat kolaborasi ini pemerintah dapat mengurangi gap atau kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sebagai langkah awal, WANTIKNAS akan menjadwalkan webinar pertama pada hari Kamis, 19 Agustus 2021 di Universitas National Singapura. Jadwal ini bertepatan dengan acara World Economic Forum yang diselenggarakan di Negeri Singa pada bulan Agustus mendatang. Menyusul agenda ini, webinar selanjutnya akan dilaksanakan hingga penghujung tahun 2021 di Jakarta, dipimpin oleh Direktur WANTIKNAS sendiri Ilham A. Habibie dan dihadiri oleh stakeholder di bidang TIK yang tergabung dalam kerangka Meaningful Broadband Working Group (MBWG) beserta beberapa tokoh dari luar negeri.

Tujuan dari “Big Data untuk Kesetaraan Digital” ini antara lain:

– NASIONAL: Merancang strategi Big Data bagi Indonesia yang nantinya akan diserahkan kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) pada acara tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data dan AI Indonesia (ABDI) di akhir 2021 mendatang. Strategi yang dibangun akan sejalan dengan strategi Kecerdasan Artifisial yang saat ini dikembangkan oleh pemerintah Indonesia sehingga dapat dioperasionalkan oleh stakeholders dalam MBWG.

– GLOBAL: Menjadikan Indonesia sebagai proof of concept atau bukti nyata kelayakan strategi Big Data yang dibangun dalam mengurangi ketimpangan ekonomi digital secara global. Hal ini dapat dicapai lewat jalinan kerja sama dengan ASEAN, WEF, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) pada IEEE’s Big Data Summit 2021 di Orlando, Florida pada bulan Desember 2021 mendatang, dan International Telecommunication Union (ITU) — organisasi PBB di bidang telekomunikasi.

Rancangan ini harapannya akan menerapkan inovasi bottom-up dari Big Data yang dikemukakan oleh salah satu ilmuan terbaik di dunia, Prof. Alex (Sandy) Pentland dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Rencana kolaborasi WANTIKNAS dan Digital Divide Institute ini telah diumumkan oleh Prof. Craig Warren Smith selaku co-organizer, dalam keynote bertajuk “Data Science for Humanity and Connectivity” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data dan AI Indonesia (ABDI) pada Desember 2020. Dalam pidatonya, Prof. Smith menjelaskan bagaimana Meaningful Broadband Working Group (MBWG), mampu berpartisipasi dalam membentuk inovasi-inovasi baru dalam bidang teknologi, kebijakan publik, financial, dan manajemen yang berfokus pada pemanfaatan teknologi Big Data bagi masyarakat menengah ke bawah di Indonesia. Lihat disini


Menurut pandangan Prof. Craig Smith, lewat kebijakan pemerintah, negara mampu mendesain ulang strategi terhadap Big Data untuk menghindari fenomena “winner takes all” di mana titik kekayaan dan kendali berpusat pada kaum-kaum elit di tengah masyarakat. Hal ini memungkinkan terjadinya monopoli dan harus diantisipasi. Untuk mencegah hal tersebut, bersama dengan WANTIKNAS dan Digital Divide Institute, Prof. Pentland bersedia menjadi penasihat dalam  membangun Indonesia menjadi negara berkembang pertama dalam mendesain ulang strategi Big Data, sehingga manfaat yang diperoleh dari teknologi ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Nantinya, Strategi Big Data oleh Pentland akan dijalankan melalui aktivasi MBWG yang terdiri dari beragam sektor pemangku kepentingan di bidang TIK seperti kementrian, BUMN, perusahaan swasta, dan lain-lain ,yang berkomitmen untuk besama-sama membangun ekonomi digital Tanah Air. 

Webinar oleh Wantiknas yang rencananya akan dijadwalkan pertama kali bertepatan dengan acara World Economic Forum di Singapura ini, nantinya diikuti oleh lima rangkaian webinar berbeda. Masing-masing webinar akan membahas topik diantaranya:

1. Teknologi (*26 Agustus, 2021): Dalam agenda ini akan membahas tentang inovasi yang dibutuhkan dari sisi supply dan demand diantaranya menyangkut smart electrification, perpaduan akses broadband termasuk satelit, fiber optic dan cell towers.

2. Kebijakan Publik (*2 September, 2021): Dalam agenda ini akan membahas berbagai instrumen dalam kebijakan public diantaranya regulasi terhadap 5G spectrum, layanan universal, dan smart city.

3. Finansial (*9 September, 2021): Beberapa topik bahasan dalam agenda ini diantaranya blended finance, subsidi pintar, solusi FinTech/ Cryptocrrency bagi konsumen, kredit mikro, pengembangan UMKM, dan jalinan kerja sama dengan organisasi antar pemerintah internasional di bidang keuangan seperti World Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank. 

4. Menejemen (*16 September, 2021): Dalam agenda ini akan membahas tentang hubungan antar pemerintah (G2G), pemerintah dengan bisnis (G2B), pemerintah dengan konsumen (G2C) dan seterusnya. Selain itu, struktur baru yang potensial dalam pemerintahan juga akan turut digagas seperti Koperasi Data di bawah naungan Kementerian Koperasi dan UMKM.

5. Etika (*23 September, 2021): Pada agenda ini akan membahas tentang formulasi “indeks manfaat dari teknologi,” dan tolak ukur keberhasilan Big Data dalam memenuhi kriteria “usable, affordable and empowering”. Pada level konsumen, indeks akan dilanjutkan ke tahap Meaningful User Experience (MUX).

Pada setiap penyelenggaran webinar, kerangka kebijakan akan dibentuk yang menjelaskan bagaimana masing-masing topik agenda, berkesinambungan satu dengan yang lain, memberikan solusi bersifat antar sektoral dan antar ministerial. Hasil keseluruhan webinar nantinya akan dijadikan sebuah laporan  yang disusun oleh Digital Divide Institute dan akan menjelaskan bagaimana Negara Indonesia dapat menjadi proof of concept atau bukti nyata kelayakan strategi Big Data yang dibangun, yang dapat mewujudkan keseimbangan ekonomi bagi masyarakat Indonesia dan harapannya juga diimplementasikan oleh negara-negara lain. Tak hanya itu, laporan ini juga akan membahas tentang bagaimana strategi Big Data yang dibangun dapat dimanfaatkan pada beberapa “use cases” seperti kesehatan, pendidikan, pertanian dan sebagainya yang dapat dipadukan dengan strategi Kecerdasan Artifisial yang dibangun oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

sumber: Wantiknas