icon facebook icon facebook icon facebook

TIK UNTUK PEMERINTAHAN


Peran Dewan TIK dalam Implementasi e-Government

Berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan dan regulasi e-Government, menyusun tata kelola TIK yang baik, mengintegrasikan aplikasi dan infrastruktur TIK serta meningkatan SDM TIK di lingkungan pemerintah yang berkualitas.

Proses Kebijakan e-Gov

Proses Kebijakan dalam implementasi TIK di Kabupaten Sragen diambil oleh Bupati dengan melibatkan CIO Kabupaten Sragen dan Dewan TIK Kabupaten Sragen serta mengintensifkan pelaksanaan FGD (Focus Group Discussion) dng Tim Terkait. Pengembangan e-Gov sudah dituangkan dalam berbagai kebijakan al.

  • RPJP Kab Sragen 2010-2025
  • RPJMD Kab Sragen 2011-2016
  • Master Plan TIK 2010 - 2014 (Th.2015 - 2020 terbaru)
  • Renstra 2015
  • Perbup No 11 Tahun 2008 jo No 55 Th 2012

Pengembangan e-Gov Kedepan

1. Mengoptimalkan dan mendekatkan pelayanan masyarakat berbasis TIK, antara lain :

  • Pelayanan kesehatan melalui e-health yang mengintegrasikan pelayanan di Puskesmas dan RSUD.
  • Mengembangkan pelayanan kependudukan di tingkat Kecamatan/Puskesmas, al : Pelayanan Catatan Sipil.
  • Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang perlunya TIK dalam peningkatan ekonomi melalui pengoptimalan fungsi BLC (Broadband Learning Center).

2. Mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah melalui berbagai saluran media elektronik.
3. Optimalisasi Fungsi Kelembagaan Pengelola TIK (Dinas Kominfo)
4. Meningkatkan performance Jaringan Egovernment
5. Migrasi dari jaringan berbasis wireless ke jaringan berbasis Fiber Optik (FO) di semua Lembaga Pemerintah sampai dengan Desa/Kelurahan secara bertahap.
6. Upgrade perangkat keras (Hardware) di SKPD dan Desa/Kelurahan

Hasil yang dicapai dlm Implementasi TIK

  • Peningkatan komunikasi data dan informasi.
  • Peningkatan kecepatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
  • Peningkatan kecepatan dan kelancaran reporting data/informasi dan kegiatan.
  • Peningkatan sistem pengawasan dan pengendalian (control system).
  • Peningkatan budaya kerja (efisiensi dan efektivitas waktu dan biaya, serta perubahan dari manual menjadi computerized).
  • Mengurangi pengeluaran biaya operasional (alat tulis, transportasi, komunikasi)

Harapan Kedepan

Menuju Kabupaten Sragen sebagai “Sragen Cyber Regency”  yaitu sebuah kota/kabupaten modern berbasis teknologi informasi yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat..

Kendala yang dihadapi

  • Terbatasnya APBD di Kabupaten Sragen, sehingga mempengaruhi terhadap ketersediaan hardware dan software yang mendukung implementasi TIK di Kabupaten Sragen.
  • Pendokumentasian dan payung hukum bidang TIK masih lemah