icon facebook icon facebook icon facebook

BUPATI SRAGEN LAUNCHING 2 INOVASI BARU DI SRAGEN, PAJAK ONLINE DAN PANDU ONLINE

Oleh Administrator pada 30 Mei 2017 07:26 WIB.

Sragen – Hari ini (26/5/2017) Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati Launching Pajak Online dan Launching Website dan Pelayanan Kependudukan Terpadu Online ( PANDU Online) serta peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Arsip 2 lantai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Sragen.

Dalam kesempatan launching Pajak Online yang bertempat di depan kantor BPPKAD Sragen tersebut Bupati mengatakan, ”Pajak menjadi sorotan yang sangat tajam karena pendapatan kita dari pajak kurang optimal”. 

Bupati mengapresiasi adanya pajak online untuk mengatasi kebocoran-kebocoran pemasukan pajak yang diterima oleh Pemerintah yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dapat diminimalisir kebocoran tersebut.

“Dengan adanya Pajak online dapat meningkatkan pendapatan PAD dari pajak”, kata Bupati.

Pada launching PANDU Online di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bupati mengatakan “inovasi tiada henti  dan inovasi mutlak dilakukan, kami tunggu inovasi dinas yang lainnya untuk melakukan launching yang tentu saja inovasi konotasinya untuk perbaikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sragen”

Bupati mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh BPPKAD dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang telah melakukan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan menunggu inovasi-inovasi berikutnya dari dinas-dinas lainnya

Setelah launching Pandu Online dan menyerahkan peralatan cetak KTP Elektronik kepada para camat di Kabupaten Sragen, Bupati melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Arsip 2 lantai untuk penyimpanan arsip Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Seluruh administrasi kependudukan dapat dilayani secara online di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil seperti Akte Perkawinan, KK, KTP, Pindah Data dan secara online bisa dilakukan dikecamatan karena dikecamatan belum adanya pegawai Dukcapil” kata Wahyu Kepala Disdukcapil

“Peralatan cetak KTP elektronik sudah diserah ke 20 kecamatan, sehingga cetak KTP cukup dilakukan di Kecamatan tidak perlu di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil lagi, karena kecamatan sudah difasilitasi alat, blangko dan tinta, masing-masing kecamatan untuk sementara diserahkan blanko 10.000 lembar, kata wahyu. Saya berharap pembangunan gedung arsip 2 lantai ini dapat menyimpan arsip kependudukan dan catatan sipil untuk 10 tahun kedepan, ujar wahyu. (Humas)