icon facebook icon facebook icon facebook

OPD HARUS PUNYA INOVASI BARU SETIAP TAHUN, BUPATI BERTEKAD MEWUJUDKAN SRAGEN SMART CITY DI 2019

Oleh Budi Yuwono pada 06 September 2018 14:47 WIB.

SRAGEN – Peran IT sangat sentral dalam mewujudkan sebuah kota cerdas atau yang dikenal dengan smart city. Banyak daerah bermimpi segera mempunyai kota yang diidamkan sebagaimana dalam konsep smart city. Tak terkecuali Sragen yang arah kebijakan pembangunan di tahun 2019 juga mencanangkan Kota Cerdas. Salah satu indikator keberhasilan smart city adalah kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang terbaik melalui peran TIK, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati secara resmi membuka seminar Implementasi e-Government Kab. Sragen tahun 2018 yang berlangsung di Ruang Sukowati Setda Kab. Sragen, Selasa (04/09/2018).

Seminar dihadiri oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno,S.E., PLT Ka. Diskominfo Sragen Ir. Simon Nugroho Sri Yudanto, dan juga diikuti oleh 175 peserta seminar, yang terdiri dari jajaran kepala OPD Kab Sragen, perwakilan Instansi vertikal, para Camat dan Lurah/Kades se-Kabupaten Sragen, perwakilan mahasiswa dan pelajar, Komunitas TI, serta Kominfo se Soloraya.

3 Narasumber dihadirkan dalam acara ini diantarannya Kepala BPPKAD Sragen selaku Ketua Dewan TIK Sragen, Dwiyanto,S.STP.,M.Si., Pengamat & Pratisi TI UNS, Agus Tri Haryanto,S.Kom.,M.Cs, dan Pengamat sekaligus Praktisi TI UGM Yogyakarta, Dr. Wing Wahyu Winarno,MAFIS,CA,Ak dan sebagai moderator dr. Kinik Darsono,M.Med,Ed.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sragen, Purwadi,S.H.,M.M, dalam laporanya menjelaskan tujuan seminar tersebut untuk mendukung program pemerintah pusat dalam percepatan penetrasi TIK melalui edukasi melalui program pemberdayaan TIK.

“Membuka wawasan dan mindset terutama kepada pemangku kepentingan dibidang pelayanan publik agar terus berinovasi dengan memanfaatkan TIK dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong semua pihak untuk mewujudkan Kab. Sragen menuju Smart City.” jelas Sekdin Kominfo Sragen.

Dalam sambutannya, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan di era digitalisasi saat ini mutlak diperlukan Teknologi Informasi khususnya implementasi TIK bisa terlaksana di desa-desa yang jangkauannya sangat jauh.

“Tahun ini kita perbaiki infrastruktur dulu,selanjutnya kita optimalkan fungsi tower-tower yang kita bangun supaya akses internet dan komunikasi bisa masuk ke seluruh desa, tujuannya agar tidak ada desa terpencil di Kabupaten Sragen.” terang Bupati.

“Tahun depan tema arah kebijakan pembangunan Sragen adalah menuju Smart City berari kita fokus kesana, hardware dan software kita siapkan. Semoga 2019 target capaian bisa terpenuhi berarti setiap dinas fokus memulai bagaimana menciptakan pelayanan publik yang baik dengan menggunakan IT supaya pelayanan bisa optimal” imbuh Bupati. Bupati Yuni juga menginstruksikan seluruh OPD harus mempunyai inovasi baru setiap tahunnya.

Bupati berharap kepada semua dinas bisa terus melakukan inovasi serta berkomitmen bersama terhadap pemanfaatan satu data untuk meningkatkan kualitas penyelengaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

“Semua dinas harus mengimplementasikan IT dan harus terintegrasi diantara semua dinas yaitu dengan sistem one data, dan harus mempunyai komitmen berbagi data yang dimilikinya. Jadi tidak hanya sekedar launching supaya smart city yang kita harapkan itu bisa terwujud.” pesan Bupati.

Sementara Pembicara dari UGM Dr. Wing Wahyu menyampaikan bahwa Pemda Sragen harus menyiapkan beberapa hal dalam upaya menuju Smart City diantarannya Pemda terus mengintegrasikan system informasi yang ada, terus mencari terobosan baru yang memerlukan kolaborasi dan integrasi beberapa pihak. Sedangkan narasumber dari UNS Agus Tri memaparkan Pemda Sragen harus mempunyai aplikasi dashboard yang mampu digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan Ketua Dewan TIK Sragen Dwiyanto,S.STP, M.Si mengutarakan pentingnya penggunaan Data Tunggal guna menghindari duplikasi data antar OPD, data tunggal juga bisa dimanfaatkan untuk mempermudah pengambilan keputusan pimpinan serta pelayanan publik diantaranya e-pbb, SEMEDI, Suket Mobille, SIM SARASWATI dan Pendaftaran BLC. (KOMINFO).