icon facebook icon facebook icon facebook

MENUJU SRAGEN SMART CITY 2019, PEMKAB SRAGEN TERAPKAN SERTIFIKAT ELEKTRONIK

Oleh Budi Yuwono pada 14 September 2018 18:15 WIB.

Penggunaan aplikasi baik back office maupun front office di Pemkab Sragen saat ini berkembang sangat pesat dalam  rangka mencapai Sragen Smart City di Tahun 2019. Dengan adanya perkembangan teknologi, maka bertukar data ataupun informasi saat ini sangatlah mudah. Namun, dibalik kemudahan yang didapat dari perkembangan TIK ini, terdapat pula salah satu tantangan dalam penerapan e-Government yaitu keamanan informasi. Informasi dan dokumen elektronik yang dipertukarkan dalam proses e-Government pada hakekatnya berisi informasi yang perlu diberi jaminan keamanan, sehingga informasi tersebut tidak mudah dimanipulasi, dirusak, atau disalahgunakan.

Sertifikat elektronik merupakan salah satu cara memberikan jaminan keamanan transaksi elektronik dalam mendukung tata pemerintah yang dilaksanakan secara elektronik. Sertifikat elektronik sangat praktis karena kita tidak perlu membawa cukup banyak materiil untuk melakukan tanda tangan digital ataupun menambahkan sertifikat digital pada suatu dokumen, namun cukup membawa sebuah token ataupun dongle.

Sertifikat elektronik juga menjamin otentikasi data atau keaslian data karena sertifikat digital dapat menunjukkan langsung pemilik dari sertifikat di dalam suatu dokumen, kemudian integritas karena pada sertifikat elektronik menjamin keutuhan data dengan melihat apakah ada suatu perubahan di dalam dokumen yang telah ditandatangani, dan anti penyangkalan karena dapat langsung dibuktikan waktu penandatangan serta dapat menyangkal pemalsuan dari suatu keutuhan data.

Bertempat di Ruang Sukowati Setda Sragen,Kamis, 13 September 2019,  Dinas Kominfo menyelenggarakan sosialisasi Penerapan Sertifikat Elektronik Guna Pengamanan Informasi dengan mendatangkan 2 narasumber  handal dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)  Tony Kusuma,S.ST,M.H  Sandiman Muda Jonathan G.Tarigan, S.ST  Kasi Pengelolaan Sistem  Informasi. Peserta sosialisasi sejumlah 160 orang dari SKPD, Camat dan Lurah se Kab.Sragen.

“Banyak Informasi di SKPD yang dengan mudah diberikan ke pihak luar tanpa screening sehingga bisa dimanfaatkan untuk hal negatif” Kata plt. Ka.Diskominfo, Ir. Simon Nugroho dalam laporannya. “Mulai sekarang informasi baik online maupun offline harus diamankan dan dilindungi karena merupakan aset penting bagi organisasi”  Imbuhnya.

Dalam paparan nya narasumber dari BSSN menekankan pentingnya Tandatangan elektronik yang merupakan salah satu upaya melindungi dan mengamankan informasi yang digunakan dalam pelayanan publik maupun administrasi perkantoran.

Di akhir sesi SKPD diharapakan melakukan identifikasi dan pendataan perangkat komunikasi dan telekomunikasi yang ada dalam rangka penerapan keamanan informasi berupa sertifikat elektronik.